Birokrasi Panjang dan Berbelit-belit Hambat Investasi, Menteri PAN-RB Bilang Ini

Menpan-RB, Tjahjo Kumolo

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan birokrasi yang panjang, pelayanan yang berbelit menjadi alasan investor mengurungkan niat untuk berinvestasi di provinsi penyangga pangan nasional ini.

Hal itu dibenarkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PAN-RB RI), Tjahjo Kumolo.

Menurut Tjahjo, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan dibutuhkan birokrasi yang bersih, akuntabel dan kapabel.

Sehingga berdasarkan kebijakan Pemerintah Pusat, birokrasi akan dipangkas dengan menyederhanakan eselonisasi dilingkup Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Presiden mau memangkas birokrasi yang panjang dan dibuat lebih simpel misalnya pengurangan eselon, di mana eselon 3 dan 4 ini dipotong dan yang ada hanya eselon 1 dan 2,” ucapnya.

Ia menyebut, perlunya penyederhanaan birokrasi diharapkan dapat lebih ramping dan fleksibel agar dapat merespons lebih cepat perubahan-perubahan yang ada.

“Misalnya ada perubahan dunia, kita bisa kejar. Jangan sampai kita ketinggalan,” tutur Tjohjo.

Saat ini tercatat sebanyak 4,12 juta ASN dengan tantangan ASN di tahun 2024 yakni integritas, nasionalisme, memiliki wawasan global, paham IT dan bahasa asing.

“Komposisi ASN di bidang struktur sebesar 11 persen, bagian teknis dan kesehatan 14 persen, di sektor guru dan dosen 37 persen, dan pelaksanaan administrasi sebesar 38 persen,” bebernya.

Lebih jauh, ia mengimbau kepada seluruh ASN agar lebih berhati-hati menghadapi tantangan bangsa saat ini.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...