Bukan Zona Merah, Tidak Berarti Aman dari Covid-19, Setiap Daerah Mesti Lakukan Ini

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID — Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyampaikan peringatan kepada 94 kabupaten/kota yang berada di zona oranye tanpa perubahan selama 6 minggu berturut-turut.

“Jangan berpuas diri karena daerahnya tidak berada di zona merah. Zona oranye tetap berbahaya dan berisiko untuk terjadi penularan,” ujar Wiku dalam jumpa pers virtual yang disiarkan Youtube BNPB, Selasa (13/10/2020).

Wiku menjelaskan, daerah zona oranye atau daerah beresiko sedang penularan skornya dimulai dari nilai 1,81 hingga 2,4.

Jika suatu daerah mendekati 1,81, artinya kabupaten/kota tersebut semakin mendekati zona merah atau risiko tinggi pada pekan berikutnya.

Sebaliknya, semakin mendekati 2,4 maka kabupaten/kota tersebut semakin dekat berubah menjadi zona kuning atau risiko rendah pada pekan berikutnya.

“Apabila terus dibiarkan tanpa penanganan yang signifikan, maka wilayah ini berpotensi untuk menjadi zona merah,” sambungnya.

Karena itu, Wiku berharap ke daerah-daerah yang saat ini tidak berada dalam zona merah atau risiko tinggi, diminta tidak lengah. Sebab pemerintah menargetkan seluruh wilayah tidak ada penularan, alias menjadi zona hijau.

“Target penanganan Covid-19 ini adalah seluruh wilayah dapat menjadi zona hijau, artinya tidak ada kasus baru di wilayah tersebut selama 4 minggu berturut-turut dan kesembuhannya mencapai 100%,” ungkapnya.

Peta zona risiko penularan yang menunjukkan sebaran penularan Covid-19 di berbagai daerah dibuat berdasarkan data yang valid.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...