Dirjen Rehabilitasi Sosial : 2023, Penduduk Lanjut Usia Diprediksi Meningkat 16,5 Persen

Kementerian Sosial Melalui Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) “Gau Mabaji” di Gowa sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Kementerian Sosial Melalui Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) “Gau Mabaji” di Gowa sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, gencar melakukan upaya mempersiapkan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Program ATENSI merupakan salah satu bentuk hadirnya negara melalui Kementerian Sosial RI dalam meningkatkan layanan sosial bagi lanjut usia. Demi tercapainya tujuan tersebut Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa bekerjasama dengan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia melaksanakan Kampanye Nasional Lanjut Usia.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat didampingi Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Andi Hanindito membuka sekaligus menyampaikan paparan dalam kegiatan Kampanye Nasional Lanjut Usia di Hotel Continent Centrepoint Makassar, Rabu, 14 Oktober.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh Dinas Sosial dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) di sepuluh wilayah jangkauan kerja Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa.

Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat menyampaikan akan adanya bonus demografi jumlah lanjut usia di Indonesia. “Pada Tahun 2020 tercacat 269,6 juta orang atau sekitar 10% dari jumlah penduduk Indonesia. Presentase penduduk lanjut usia akan terus meningkat menjadi 16,5% pada tahun 2035,” ujar Harry

Melalui data Badan Pusat Statistik (BPS) per bulan Maret 2019, diketahui persebaran lanjut usia yang tinggal bersama tiga generasi mencapai angka 40,6%, diikuti dengan Lansia tinggal bersama keluarga 27,3%, Lansia tinggal bersama pasangan 20% dan 12% Lansia tinggal sendiri. Hal ini menjadi dasar pencanangan program ATENSI bagi lanjut usia yang disebut ATENSI LU. Di mana, pelayanan rehabilitasi sosial di fokuskan melalui basis Keluarga dan basis Komunitas disamping basis Residensial.

“Data BPS menunjukkan angka yang tinggi pada lansia yang tinggal bersama tiga generasi dan tinggal berasama keluarga, Kultur inilah yang menjadikan dasar pelayanan rehabilitasi sosial melalui program ATENSI”, tambah Harry

Sejalan dengan persiapan pelaksanaan program ATENSI ini, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Andi Hanindito menyampaikan bahwa Kampanye Sosial ini merupakan agenda Nasional yang dilaksanakan untuk menyampaikan informasi persiapan implementasi ATENSI.

“Kegiatan Kampanye Sosial Lanjut Usia ini merupakan agenda nasional yang dilaksanakan melalui dua Balai dan satu Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia untuk menyampaikan informasi persiapan implementasi program ATENSI kepada Dinas Sosial dan LKS-LU.

Dalam kesempatan ini, turut hadir sebagai pembicara Kepala Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa, Syam Wuryani yang menyampaikan mengenai Evaluasi dan Tantangan persiapan Balai dalam menyongsong ATENSI dan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Nurbaya yang menyampaikan mengenai Kebijakan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dalam Penanganan dan Layanan Sosial kepada Lanjut Usia. (ans)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar