Kabar Penjarahan di Mal Thamrin City, Ini Penjelasan Polisi

Demonstran memenuhi kawasan Patung Kuda di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (13/10) guna menolak Omnibus Law Cipta Kerja. Foto: Ricardo/JPNN.COM

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar (Kombes), Heru Novianto menegaskan tidak terdapat insiden penjarahan di Mal Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/10) malam.

Menurut Heru, situasi kawasan Thamrin City saat ini telah terkendali. “Enggak ada, enggak ada. Saya ada di TKP, aman tidak ada yang dijarah. Aman semua,” kata Heru saat dihubungi jpnn, Selasa.

Narasi penjarahan di Thamrin City mencuat setelah kabar beredar di media sosial. Satu di antaranya berasal dari akun Twitter @SorotMata_212.Akun tersebut mengunggah sebuah video berdurasi sebelas detik. Dalam video itu, pemilik akun menyebut terjadi penjarahan di mal tersebut.Heru tegas membantah kabar tersebut. Bahkan, ujar dia, tidak terdapat kerumunan warga atau petugas di area Thamrin City. “Saya yakinkan, saya pastikan, tidak ada penjarahan dan aman. Landai- landai. Warga sudah kembali, pasukan juga sudah kembali,” ujar dia.

Saat disinggung kabar terjadi keramaian di area Thamrin City pada Selasa malam ini, Heru tidak memerinci lebih lanjut. Dia hanya menegaskan, kondisi Thamrin City kondusif.

“Intinya aman. Tidak ada penjarahan,” timpal dia. Sementara itu, Kapolsek Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Raden Muhammad Jauhari tidak menampik sempat terjadi massa berkumpul di depan Thamrin City.Menurut dia, kumpulan itu berasal dari massa aksi demo menolak UU Cipta Kerja, yang kabur saat bentrok pecah di area depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Kala itu, massa yang kabur setelah bentrok dengan polisi itu kabur ke arah Gambir lalu ke Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian mereka menuju hingga Thamrin City.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...