Keluar dari Zona Merah, Gubernur Sulsel Paparkan Strateginya

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Keberhasilan Provinsi Sulawesi Selatan yang keluar dari status zona merah Covid-19 tidak lepas dari kerjasama antar pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, gugus tugas dan masyarakat yang mulai disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, program trisula akronim dari testing, tracing dan educationg juga menjadi salah satu alasan Provinsi Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan angka kesembuhan yang semakin tinggi dan angka kematian yang juga semakin rendah disebabkan sumbangsi dan kebijakan yang dijalin bersama dengan PHRI.

“Kalau PHRI tidak memberikan kebijakan untuk meminjamkan hotel, maka rumah sakit kita akan full saat puncak pandemi kemarin,” kata Nurdin, Rabu (14/10/2020).

Diketahui program tersebut adalah program duta covid yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan pasien yang berada dalam pengawasan.

Sedangkan untuk yang dirawat di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 adalah mereka yang memiliki riwayat komorbit.

Tidak sampai di situ, Nurdin mengaku sejak pandemi, pihaknya berupaya untuk tetap menjaga keamanan di seluruh kabupaten kota se Sulawesi Selatan.

Dengan cara merujuk, masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 dan ditempatkan sesuai potensi gejala yang dimiliki.

Hal itu dilakukan lantaran, Sulsel masuk dalam provinsi penyangga pangan nasional. Sehingga keamanan dan kenyamanan tanpa rasa khawatir atau takut para petani dapat beraktivitas seperti biasa.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...