Keluar dari Zona Merah, Gubernur Sulsel Paparkan Strateginya

Rabu, 14 Oktober 2020 19:53

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Keberhasilan Provinsi Sulawesi Selatan yang keluar dari status zona merah Covid-19 tidak lepas dari kerjasama antar pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, gugus tugas dan masyarakat yang mulai disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, program trisula akronim dari testing, tracing dan educationg juga menjadi salah satu alasan Provinsi Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan angka kesembuhan yang semakin tinggi dan angka kematian yang juga semakin rendah disebabkan sumbangsi dan kebijakan yang dijalin bersama dengan PHRI.

“Kalau PHRI tidak memberikan kebijakan untuk meminjamkan hotel, maka rumah sakit kita akan full saat puncak pandemi kemarin,” kata Nurdin, Rabu (14/10/2020).

Diketahui program tersebut adalah program duta covid yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan pasien yang berada dalam pengawasan.

Sedangkan untuk yang dirawat di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 adalah mereka yang memiliki riwayat komorbit.

Tidak sampai di situ, Nurdin mengaku sejak pandemi, pihaknya berupaya untuk tetap menjaga keamanan di seluruh kabupaten kota se Sulawesi Selatan.

Dengan cara merujuk, masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 dan ditempatkan sesuai potensi gejala yang dimiliki.

Hal itu dilakukan lantaran, Sulsel masuk dalam provinsi penyangga pangan nasional. Sehingga keamanan dan kenyamanan tanpa rasa khawatir atau takut para petani dapat beraktivitas seperti biasa.

“Kita ingin petani bisa tetap bekerja, jadi semua yang terdeteksi Corona kita rujuk ke Kota Makassar,” bebernya.

Sementara terkait perekonomian di provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin menuturkan sebelum pandemi ekonomi di Sulsel mencapai 6,9 persen.

“Pada kwartal pertama kita terkoresi 3,07 walaupun nasional turun. Terus kwartal kedua kita sudah minus tapi ini karena terselenggaranya PSBB di beberapa daerah, bahkan hampir seluruh daerah,” ucap eks Bupati Bantaeng itu.

Hanya saja, lanjut Nurdin, perekonomian Sulawesi Selatan sedikit lebih baik dibandingkan dengan daerah di Pulau Jawa.

Seperti penggunaan listrik yang meningkat hingga 4 persen di tengah pandemi. Begitupun di sektor ekspor naik 11 persen dan bidang pertanian tumbuh positif mencapai 4 persen.

“Sekian lama kita ekspor bergantung di Jakarta dan Surabaya tapi Alhamdulillah 2018 Desember kita buka New Port sekaligus meresmikan derek call. Jadi Sulsel tidak perlu lagi ke Jakarta dan Surabaya dan kita bisa memproduksi lebih cepat,” tutupnya. (Anti/fajar)

Bagikan berita ini:
4
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar