Politikus PPP: Tim Hukum ADAMA Harus Bisa Bedakan Mana Kampanye Hitam dan Kritikan Warga

Danny Pomanto dan Erwin Aksa

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Laporan dugaan kampanye hitam yang diadukan tim hukum paslon Danny-Fatma (ADAMA) ke Bawaslu Sulsel dianggap tak berdasar.

Hal itu diungkapkan oleh, Wakil Ketuqa DPC PPP Makassar, Raihan Husain. Menurutnya, apa yang disampikan Erwin Aksa soal kepemimpinan Danny Pomanto saat menjabat walikota Makassar murni kritikan sebagai seorang warga.

“Tim hukum Adama harus bisa bedakan mana kampanye hitam mana kritik dari warga. Kritikan biasa bukan kampanye hitam. Cukup dibalas dengan komentar juga,” kata Raihan kepada redaksi fajar.co.id, Rabu (14/10/2020).

Raihan berharap dengan adanya kritikan dari Erwin Aksa, Danny Pomanto seharusnya membuktikan jika kritikan tersebut salah dengan memberikan pemaparan terkait hasil pembangunan lima tahun yang telah dilakukannya.

Soal keberatan terhadap media massa yang memuat pernyataan Erwin Aksa itu, Raihan menyarankan tim hukum ADAMA menempuh jalur yang telah ada.

“Kalau keberatan kepada media, gunakan hak jawab. Kalaupun media dilapor, polisi tetap akan sarankan lapor ke dewan pers. Karena ada MOU Polisi dengan Dewan Pers masalah pers diselesaikan dulu melalui mekanisme Dewan Pers. Biasanya dengan hak jawab,” sebutnya.

Sebelumnya, Erwin Aksa memberikan kritikan atas kinerja Danny selama memimpin walikota Makassar. Erwin bilang di bawah kendali Danny, Makassar tidak mengalami kemajuan signifikan dibanding kota lain di Indonesia seperti Surabaya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...