Prabowo Subianto: Salah Kalau Menhan Banyak Bicara

ILUSTRASI: Menhan Prabowo Subianto menjajal senjata buatan PT Pindad di Bandung, Jawa Barat. (Kementarian Pertahanan for Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto jarang sekali tampil dihadapan publik setelah menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Tak banyak pernyataan yang dia buat setelah menjadi pembantu presiden.

Terkait itu, Prabowo mengaku memang sengaja tidak banyak bicara di hadapan publik. Mengingat kementeriannya membidangi terkait keamanan negara. Sehingga banyak rahasia negara yang perlu dijaga.

“Salah kalau Menhan banyak bicara. Kan begitu ya kan,” kata Prabowo, Rabu (14/10).

Prabowo menjelaskan, Kementerian Pertahanan merupakan komponen penting suatu negara. Tugas pokoknya adalah memikirkan keselamatan setiap warga Indonesia dari berbagai ancaman. Baik itu ancaman dari dalam maupun luar negeri.

Di era digitalisasi seperti sekarang, ancaman terhadap negara semakin kompleks. Belum lagi jika ada pihak asing yang menyusup melalui orang dalam untuk mendapat informasi-informasi penting. Atas dasar itu, Menhan harus pandai mengatur informasi yang keluar ke ranah publik.

“Menjaga kemerdekaan kita dari ancaman luar negara asing, negara asing tapi sering memakai orang dalam, jadi kita nggak bisa bilang oh kita jaga perbatasan saja. Dalam hal ini masalah security, keamanan katakanlah kerahasiaan itu, sangat penting,” kata Prabowo.

“Saya nggak boleh cerita oh kekuatan kita segini, kita akan begini, akan beli alat ini, nggak bener itu. Nanti orang-orang yang nggak suka sama Indonesia, yang punya niat tidak baik akan tahu,” imbuhnya. (jpc/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...