Praktik Asal Bapak Senang, Prabowo: di Depan Siap Pak, di Belakang Cari Alasan Pandai-pandai

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto inspeksi pasukan saat melakukan upacara jajar kehormatan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkap kesulitan yang dia hadapi selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Terutama soal birokrasi.

Hampir setahun menjabat sebagai Menhan, Prabowo mengaku kerap dibuat kesulitan oleh birokrasi yang rumit. “Memang di Indonesia ini ada budaya yang saya lihat, entah ini dari mana, terutama birokrat, birokrasi,” kata Prabowo, Rabu (14/10).

Diakui Prabowo, ada sejumlah kondisi yang harusnya bisa dilakukan secara sederhana, tapi justru diperumit. Baginya, pola pikir seperti itu adalah cara yang salah dari proses birokrasi di Indonesia.

“Kalau di Indonesia ini, kalau bisa dibikin susah kenapa dibikin gampang. Ya kan. Kalau bisa dibikin rumit, kenapa dibikin sederhana,” imbuhnya.

Sehingga, ungkap Prabowo, budaya seperti ini yang kerap membuat dirinya kesulitan menjalankan tugas. Terlebih praktik ‘asal bapak senang’ pun masih kerap ditemukan.

“Di depan siap, pak. Siap, pak. Di belakang cari alasan pandai-pandai. Itu banyak ya. Banyak pejabat di Indonesia ini pandai mencari 200 alasan untuk mengatakan tidak bisa, Pak. Menurut aturan ini, itu. Jadi kita selalu cari regulasi untuk membelenggu diri sendiri,” tegas Prabowo.

Meski begitu, mantan Danjen Kopassus itu menekankan akan tetap bekerja semaksimal mungkin untuk bangsa. “Setiap tantangan harus dihadapi, tapi ya benar-benar ya, kita juga, ya, kecewa ada pejabat yang kadang tidak berpikir bagi bangsa tapi bagi sektornya saja,” pungkas Prabowo. (jpc/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...