Protes Keras Penangkapan Syahganda Nainggalon Cs, Gatot Nurmantyo Sampaikan Ini

Syahganda Nainggolan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyampaikan protes keras atas langkah Bareskrim Polri, menangkap sejumlah aktivis gerakan yang vokal mengkritisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, dan Rochmat Wahab selaku Presidium KAMI menilai penangkapan tersebut sarat kejanggalan.

“KAMI menyesalkan dan memprotes penangkapan tersebut sebagai tindakan represif dan tidak mencerminkan fungsi Polri sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat,” ujar Gatot melalui siaran pers ke media, Rabu (14/10).

Sebelumnya Bareskrim Polri menggelar operasi di Jakarta dan Medan pada Selasa (13/10) dini hari. Dalam operasi tersebut, institusi bergengsi di Polri itu menciduk Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Anton Permana dan beberapa aktivis KAMI Medan.

Gatot pun menyotori kejanggalan dalam penangkapan terhadap para pegiat KAMI itu. Sebagai contoh ialah penangkapan terhadap Syahganda.

Menyitat keterangan Polri, Gatot menyebut laporan soal Syahganda diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) baru dibuat pada 12 Oktober 2020.

Namun, keesokan harinya sudah ada surat perintah penyidikan (sprindik) yang diikuti penangkapan. “Jelas aneh atau tidak lazim dan menyalahi prosedur,” tegas Gatot.

Mantan Panglima TNI itu menambahkan, Pasal 1 angka 14, Pasal 17 dan Pasal 21 ayat (1) KUHAP maupun Putusan MK Nomor 21/PUI-XII /2014 mensyaratkan tentang sekurang-kurangnya dua barang bukti dalam penetapan tersangka.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...