Respons Galau PPPK, Tjahjo Kumolo: Perlu Proses yang Cermat

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo merespons permasalahan honorer K2 yang telah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namun belum juga diangkat.

Dalam pemberitaan jpnn.com sebelumnya disebut, meski telah ada regulasi berupa PP Manajemen PPPK, Perpres Nomor 38/2020 tentang Jabatan yang Dapat Diisi PPPK, Perpres Nomor 98/2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK, namun belum bisa langsung mengangkat 51.293 PPPK.

“Merespons pendapat tersebut di atas, KemenPAN RB sedang terus bekerja untuk menyelesaikan tiga rancangan peraturan menpan yang dalam waktu dekat diperlukan sebagai aturan pelaksanaan,” ujar Tjahjo dalam keterangannya, Rabu (14/10).

Menurut mantan menteri dalam negeri (mendagri) ini, pemerintah sudah melakukan harmonisasi dan perbaikan-perbaikan pada Kamis (8/10) lalu.

“BKN dan Kemenkeu juga sedang membuat beberapa aturan pelaksanaannya. KemenPAN-RB terus melakukan rapat dengan kemenkeu untuk membahas mengenai aturan pembayaran gaji PPPK,” ucapnya.

Tjahjo menegaskan, dalam rapat yang digelar semua pihak sepakat untuk segera menyelesaikan aturan pelaksana, agar honorer K2 yang lulus PPPK bisa segera diangkat.

“Tetapi memang perlu proses yang cermat, agar tidak ada permasalahan di kemudian hari. Demikian penjelasan saya,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Wilayah Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Jawa Tengah Ahmad Saefudin menyatakan, tidak masalah bila harus ada turunan regulasi untuk menjadi petunjuk teknis maupun pelaksanaan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...