1.589 Sukarelawan Divaksin Covid-19, PT Bio Farma Sampaikan Ini

Tiga kakak beradik saat menunjukan kartu peserta uji vaksin Covid-19 usai mengikuti uji klinis penyuntikan vaksin di Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Kota Bandung, Selasa (11/8). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – PT Bio Farma menyebutkan 1.589 sukarelawan Indonesia disuntik dengan kandidat vaksin COVID-19 dari Sinovac, China, dalam uji klinik fase 3 vaksin itu di Indonesia.

“Saat ini rekrutmen sudah selesai dan hampir 1.589 orang yang sudah disuntik vaksin ini dan diharapkan kami mendapatkan interim analysis (analisis sementara) di akhir Januari 2021,” kata Neni Nurainy dari Divisi Penelitian dan Pengembangan PT Bio Farma dalam dalam seminar virtual Vaksin Merah Putih: Tantangan dan Harapan di Jakarta, Rabu (14/10).

Neni mengatakan, bersamaan dengan itu juga diajukan “emergency use authorization” (otorisasi penggunaan darurat) ke Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan).

“Baru setelah itu kami akan melakukan produksi rutin oleh Bio Farma untuk vaksin Sinovac ini di 2021,” katanya.

Adapun target jumlah sukarelawan dari uji klinik fase 3 vaksin Sinovac di Indonesia itu adalah 1.620 orang. Sementara itu, Neni menuturkan dalam kerja sama dengan Sinovac, ada transfer teknologi pengembangan vaksin dengan Indonesia.

Neni menuturkan kebutuhan vaksin Indonesia untuk jumlah penduduk yang besar tidak bisa dicukupi dari kerja sama dengan pihak luar. Oleh karena itu, untuk pemenuhan kebutuhan juga perlu kemandirian dalam penyediaan vaksin COVID-19 melalui konsorsium vaksin nasional.

Bio Farma bekerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk pengembangan vaksin Merah Putih.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...