Abdur: Era SBY Militer Tapi Slow, Sekarang Katanya Slow tapi Otoriter

Abdurrahim Arsyad. (Instagram)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komika Abdur ikut tolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang saat ini jadi polemik. Namun, pria bernama lengkap Abdurrahim Arsyad ini tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan protes di media sosial atau aksi turun jalan.

Abdur mengatakan, di zaman kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dia bisa berani mengkritik pemerintah, sebab era SBY, militer tapi santai, sementara era Jokowi, santai tapi otoriter.

“Buat kalian yang suka komentar ‘Abdur mana suaramu mana kritikan mu bagaimana dengan nahkoda kapal tua kita, Ibu Pertiwi menangis melihatmu.” Ujar Abdur di video yang dia unggah di akun Instagramnya, yang dilihat FIN, Kamis (15/10.

“Dulu saya berani karena presidennya SBY, militer tapi slow. Ini ada yang katanya slow tapi rasanya otoriter. Saya bisa apa? Bisa mati,” sambung Abdur.

Abdur mengatakan itu, untuk menjawab netizen yang bertanya tanggapannya soal Omnibus Law. Netizen berharap, Abdur bisa ikut bersuara menolak Omnibus Law.

Namun Abdur menyarankan netizen agar mendengar para pakar tentang Omnibus Law ketimbang harus mendengar omongannya.

“Pakar-pakar kan sudah kasi pandangan, bantahan. Ikuti, pelajari. Apa lagi yang kalian harapkan dari saya? Saya bisa bicara apa? Omongan saya tidak akan lebih baik dan lebih jelas dari mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan, netizen jangan mau diadudomba. Sebab, bisa jadi polemik sekarang berhubungan dengan Pilpres 2024.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...