Ahli Waris Tanah di Manggala Protes Penambangan Ilegal

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ahli waris pemilik tanah di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, H Fachruddin Dg Romo (alm) menyayangkan aktivitas penambangan yang kembali terjadi di lokasinya. Hal itu disebutnya ilegal.

Perwakilan ahli waris, Mukhtar Tompo, menyampaikan, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada kepolisian, namun tetap berulang. Di antaranya pada 1 September 2020, jajaran Dirreskrimum Polrestabes Makassar telah turun ke lokasi.

Saat itu Polisi menyandera beberapa alat berat seperti Excavator dan truk serta melakukan police line di atas tanah Ex HGU tersebut. Tetapi tiga minggu setelahnya, alat berat tersebut telah dikeluarkan dari lokasi.

Beberapa informan dari warga setempat menyebut, ada oknum polisi yang meminta sejumlah uang tebusan untuk membebaskan alat berat yang telah disandera.

“Ironisnya, pada Rabu tanggal 14 Oktober, alat Excavator dan truk tersebut kembali beraksi mengeruk tanah dan juga mengangkutnya ke luar lokasi untuk dijual,” kata Mukhtar Tompo, Kamis, 15 Oktober 2020.

Pihaknya menyayangkan karena Polsek Manggala terkesan tak berkutik mengamankan lokasi. Bahkan ada kesan pembiaran. Hal itu seirama dengan pergantian jabatan baru di Internal Polda dan Polrestabes Makassar.

“Saya minta polisi menegakkan wibawa hukum dengan menangkap semua pihak yang telah merampas dan juga telah mengganggu proses sertifikat tanah kami yang sedang berlangsung,” kata anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...