Aktivis KAMI Ditangkap, Fahri Hamzah: Mau Merusak Bangsakah Kita?

Sejumlah tokoh menghadiri deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8), antara lain Din Syamsuddin dan Jenderal Purn.Gatot Nurmantyo. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID — Sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) kini ditangkap aparat kepolisian. Diketahui, ada 8 tokoh KAMI yang ditangkap. 4 orang di Jakarta dan 4 orang lainnya di Medan.

Dari 8 orang anggota KAMI itu, termasuk Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat. Keduanya dikenal baik oleh Fahri Hamzah. Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu pun menyayangkan penangkapan tersebut.

“Mereka adalah alumni ITB yang idealis. Saya kenal keduanya sudah sejak 30 tahun lalu. Mereka adalah teman berdebat yang berkualitas. Mereka dulu korban rezim orba (orde baru) yang otoriter. Kok rezim ini juga mengorbankan mereka?” ucap Fahri Hamzah lewat keterangan tertulis yang diterima redaksi FAJAR Indonesia Network, Kamis (15/10/2020).

Fahri menilai, kepolisian saat ini menggunakan teori crime control. Teori yang dulu dipakai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teori ini dipakai untuk menangkap sejumlah orang tak bersalah agar tercipta suasana yang terkendali.

“Inti dari crime control adalah penegakan hukum yang mendorong tujuan menghalalkan cara atau end justifies the means. Penegak hukum menganggap menangkap orang tak bersalah agar tercipta suasana terkendali. Padahal kedamaian dan ketertiban adalah akibat dari keadilan,” sebut Fahri.

Mantan Anggota DPR RI ini mengajak pemerintah agar kembali ke penegakan hukum yang benar. Bahwa, kerusuhan dan pengrusakan fasilitas umum adalah kejahatan. Tapi kejahatan kritik tidak tersambung.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...