Infrastruktur Minim, BKPM Sebut Indikator Investor Tak Lirik Daerah di Luar Pulau Jawa

BKPM Sebut Indikator Investor Tak Lirik Daerah di Luar Pulau Jawa

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Deputi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Achmad Idrus menyebut investor asing masih kurang melirik daerah-daerah yang berada di luar Pulau Jawa lantaran beberapa hal.

Seperti infrastruktur yang belum memadai dan kondisi sosial yang tidak kondusif.

Hal itu dibuktikan dengan data statistik yang menunjukkan investor asing memiliki ketertarikan di Pulau Jawa, lantaran infrastruktur yang lengkap.

Terkait infrastruktur di Provinsi Sulawesi Selatan, kata dia, dinilai masih minim. Salah satunya pelabuhan.

“Di kawasan Indonesia Timur ini pelabuhan-pelabuhan kecil masih sederhana,” ucapnya saat mengunjungi Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar dan Makassar New Port (MNP), Kamis (15/10/2020).

Dia berharap ada ekosistem investasi yang menjadi bagian dari kelengkapan infrastruktur. Mulai dari bandara, pelabuhan dan jalan.

“Dengan adanya nanti kawasan industri yang akan dibangun di MNP, ini yang akan kita tawarkan ke luar negeri dan investor. Pasti akan cepat merespon karena lahannya telah tersedia,” kata Achmad Idrus.

Selain itu, ia menuturkan kendala lain investor enggan menanamkan modal di Indonesia maupun Sulawesi Selatan karena masalah lahan, perizinan dan izin lokasi yang berkaitan dengan klaim tanah adat dan lain sebagainya.

Olehnya, Achmad berharap pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten dan kota harus memiliki RTRW maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), sehingga diketahui kawasan mana yang diperuntukkan untuk produksi dan mana untuk pemukiman serta mana untuk industri.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...