Ke Amerika Dituding Cari Kekebalan Hukum, Dahnil: Prabowo Terbiasa Hadapi Tuduhan

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto inspeksi pasukan saat melakukan upacara jajar kehormatan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

FAJAR.CO.ID — Sejumlah kritikan pedas muncul atas kepergian Menhan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS).

Juru Bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Dahnil Anzar Simanjuntak angkat bicara terkait hal itu. Dahnil mengaku, kritik merupakan hal normal dalam iklim demokrasi.

“Kami menghormati hal tersebut, penolakan maupun kritikan dan sebagainya,” kata Dahnil dalam pesan singkatnya kepada awak media, Kamis (15/10).

Dahnil pun menjelaskan, kepergian Prabowo ke Negeri Paman Sam karena diundang oleh Menhan AS Mark Esper.

Kepergian mantan Danjen Kopassus itu bertujuan meningkatkan kerja sama militer Indonesia dengan negara asing.

“Yang jelas Pak Prabowo ke Amerika Serikat memenuhi undangan pemerintah Amerika Serikat, kemudian memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat,” lanjut dia.

Dahnil mengatakan, Prabowo akan beraktivitas di AS sejak tanggal 15 Oktober hingga 19 Oktober 2020.

Selama kunjungan ke AS, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga membahas kelanjutan kerja sama yang sudah dilakukan selama ini dengan AS.

Dahnil pun mengatakan, Prabowo tidak mempersoalkan kritikan maupun penolakan kunjungan ke Amerika Serikat.

Dia menyebut Prabowo sudah terbiasa menghadapi tuduhan atau kritikan.

“Terkait dengan ada pihak-pihak yang menolak, mengkritisi, saya pikir silakan saja. Pak Prabowo sudah mengalami apa namanya penolakan dan tuduhan macam-macam,” kata Dahnil.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...