Kepala Daerah Ikut Tolak UU Ciptaker, Ferdinand: Pura-pura Sok Pahlawan demi Kepentingan Politik

Ferdinand Hutahaean. (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politikus Ferdinand Hutahaean ikut menyindir beberapa kepala daerah yang ikut menolak Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Menurutnya, kepala daerah yang ikut menolak kebijakan yang telah diputuskan di tingkat pusat tidak mengerti soal konsep otonomi yang ada di Indonesia.

“Saya dengar ada beberapa kepala daerah yang ikut-ikutan berposisi menolak UU Ciptaker. Saya sedih melihat kualitas kepala daerah seperti itu, tidak paham tentang konsep otonomi daerah bahwa kita bukanlah negara federal.” Katanya di akun Twitternya, Kamis (15/10/2020).

Meski dipilih langsung oleh rakyat melalui Pilkada. Kepala daerah, baik gubernur, bupati dan walikota tetap merupakan perwakilan pemerintah pusat.

“Kekuasaanmu meski dipilih langsung, kau tetap kepanjangan tangan pemerintah pusat, paham?” Tegas Ferdinand.

Direktur Eksekutif EWI itu, bahkan menuding kepala daerah yang terang-terangan menolak UU Ciptaker hanya untuk mencari simpati di masyarakat.

“Seorang kepala daerah, kewajibannya mengamankan kebijakan nasional, bukan pura-pura jadi sok pahlawan atas sekelompok kecil rakyat demi kepentingan elektoral politik.,” Jelasnya.

“Otonomi memberimu kedaulatan mengatur daerah, bkn menentang kebijakan pemerintah pusat. Paham..?” Tutup Ferdinand Hutahaean. (msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...