Mahfud MD Cerita Reaksi SBY saat Dikritisi Rakyat, Konon Menangis di Pesawat

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), (Dery/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menceritakan bahwa Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menangis di pesawat pada tahun 2004.

Hal itu dikatakan Mahfud saat menjadi pembicara dalam webinar CSIS bertema Penyelenggaraan Pilkada di Tengah Pandemi, Rabu (14/10).

Dalam webiner tersebut, Mahfud membawakan materi berjudul “Evaluasi 15 Tahun Pelaksanaan Pilkada; Capaian dan Tantangan”.

Mahfud menceritakan pada tahun 2004 pemerintahan SBY melahirkan UU 32 tahun 2004 sebagai pengganti UU nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

UU 32 tahun 2004 lahir karena pemilihan kepala daerah yang dilakukan DPRD sarat dengan money politik.

Dengan adanya UU 32/2004, maka pemilihan kepala daerah dilakukan oleh rakyat, bukan lagi DPRD.

“DPRD tidak boleh memilih kepala daerah, tidak boleh menjatuhkan kepala daerah karena DPRD itu dimana-mana hanya jual (jual beli suara), isunya ini ya,” kata Mahfud.

“Isunya itu jual beli suara dilakukan secara terbuka di hotel,” tambah Mahfud.

Namun UU tersebut ditentang banyak pihak hingga menimbulkan gejolak dari rakyat.

UU Pilkada tersebut menjadi polemik hingga SBY dituding merusak demokrasi.

“Saat itu serangan dari masyarakat sipil kepada pemerintah SBY itu luar biasa, (ada yang menyebut) Pak SBY ini merusak demokrasi, macam-macam,” kata Mahfud.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...