Menipu dan Gelapkan Penjualan Rumah, Pasutri Asal Turki Segera Disidang

WNA asal Turki (Pakai Topi) duduk di sofa Kejaksaan Negeri Sungguminsa, Kamis, 14 Oktober.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan Widama dan Aditya sudah memasuki tahap dua. Pelimpahan perkara berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2020.

Penyidik Kepolisian Ditreskrimsus Polda Sulsel menyerahkan tersangka Hendrik Rudy (47) dan Rina Natalia, beserta barang bukti kasus dugaan penipuan dan penggelapan penjualan rumah ke Penyidik Pidana Umum Kejaksaan Negeri Gowa.

Kepala Kejari Gowa, Yeni Andriani membenarkan adanya pelimpahan perkara tersebut. “Iye,” katanya sekadar membenarkan, Kamis (15/10/2020).

Kasi Pidum Kejari Gowa, Arif Suhartono, menambahkan, kedua tersangka belum dititip di Rutan atau Lapas. Alasannya masih tahap dua. “Sementara proses penyerahan tersangka,” katanya.

Pasutri ini merupakan warga negara asing asal Turki. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa, menangkap mereka di Mall Central Park Jakarta Barat, Rabu, 26 Februari. Saat itu tersangka langsung ditahan.

Tersangka penipuan dan penggelapan ini disangkakan pasal 378 KUHP Jo pasal 372 KUHP. Berdasarkan barang bukti lembar nota pembayaran rumah yang dikelola oleh tersangka di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, 2017 lalu.

an pasal 378 KUHP Jo pasal 372 KUHP. Berdasarkan barang bukti lembar nota pembayaran rumah yang dikelola oleh tersangka di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, 2017 lalu.

Perkara ini menjerat mereka karena tersangka membangun rumah di atas tanah fasum, dijual kepada korban dengan harga Rp375 juta. Itu diangsur selama 18 bulan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...