Pengembangan Sentra Kerajinan Tembaga Kelurahan Batua Butuh Perhatian Pemkot Makassar

Pengrajin tembaga, Amir Caco

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Salah satu pendiri sentra kerajinan tembaga di Kelurahan Batua Kecamatan Manggala, Amir Caco mengemukakan pengrajin tembaga di wilayahnya saat ini mengalami kendala terkait pengembangan usaha.

“Ada lima puluhan pengarajin tembaga yang kami bina membutuhkan perhatian pemerintah,” ujar Amir Caco, pendiri Sentra Kerajinan Tembaga berlokasi di RW 11 Kelurahan Batua Kecamatan Manggala, Kamis (15/10).

Amir yang juga Ketua RW 11 Kelurahan Batua menjelaskan usaha kerajinan tembaga selama ini diproduksi untuk kebutuhan hiasan pengantin berupa pernak pernik pakaian adat Bugis ,makassar.

Namun, Karena pandemi Covid 19 yang menyebabkan masyarakat banyak yang menunda hajatan pernikahan sehingga berpengaruh pada menurunnya omset pengrajin tembaga.

Kerajinan tembaga dibuat menjadi gelang ,kalung dan hiasan pakaian adat pengantin, dengan dilapisi emas pada permukaan perhiasan termbaga tersebut.

“Kami juga butuh perhatian pemerintah agar mempercepat pemulihan ekonomi daerah, agar usaha kerajinan ini kembali meningkat,”ujar Amir.

Dibutuhkan juga wadah koperasi untuk menopang permodalan bagi tiap anggota pengrajin.

“Harapan kami,agar masalah ini menjadi perhatian Pemkot Makassar, agar pendapatan ekonomi pengarajin kembali pulih,”tuturnya.(rilis)

Kerajinan Tembaga

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...