Riset UNS, 55 Persen Remaja di Solo Pernah Akses Konten Porno

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SOLO – Paparan konten porno pada remaja kian mengkhawatirkan. Bahkan, hampir 55 persen remaja pernah mengakses konten porno. Hal tersebut dikhawatirkan menimbulkan dampak buruk pada kesehatan mental. Seperti kekerasan seksual dan bullying. Sehingga perlu ada pendekatan integratif pencegahan kekerasan seksual dan bullying.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Ismi Dwi Astuti Nurhaeni mengatakan, dirinya telah melakukan riset perilaku seksual remaja di 14 sekolah di eks Karesidenan Surakarta. Riset melibatkan siswa tingkat SMP dan SMA. Hasilnya, ada 55,6 persen remaja yang pernah mengakses situs porno. Di mana 71,5 persen didominasi oleh remaja laki-laki.

“Angka remaja yang mengakses masih cukup tinggi. Dan dikhawatirkan ini menjadi salah satu pemicu adanya kasus pelecehan seksual,” kata Ismi, Kamis (15/10).

Tindakan kekerasan seksual ditandai dengan ancaman dan paksaan terhadap korban. Kekerasan seksual bisa terjadi melalui kontak sosial maupun perilaku sosial nonkontak. “Bentuknya bisa perkosaan, penyerangan seksual, komentar seksual, cumbuan yang tidak diinginkan, pelecehan, dan membuat simbol-simbol seksual dengan tangan,” imbuhnya.

Ismi menambahkan, unsur kekerasan seksual bisa berupa perbuatan seksual yang tidak diinginkan korban. Adanya pelaku dan korban serta ada ancaman atau paksaan pada seseorang. Sehingga hal tersebut harus menjadi kewaspadaan dan perlunya pendampingan pada remaja.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...