Sebut Kapolres ‘Dekkeng Pilkada’ di Medsos, Warga Pangkep Jalani Pemeriksaan

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID,PANGKEP– Dugaan pencemaran nama baik dan dugaan pelanggaran terhadap UU ITE, dilayangkan ke institusi kepolisian. Itu setelah viralnya postingan warganet di akun media sosial yang dinilai mencoreng nama Polres Pangkep, terkhusus Kapolres Pangkep sebab tercantum juga foto Kapolres Pangkep dalam sebuah status di media sosial itu.

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji saat ditemui, mengaku sangat menyesalkan adanya postingan yang mengaitkan mutasi dirinya dengan pelaksanaan pilkada di Pangkep.

“Ada kata di situ yang dilihat sebagai kata pengurus yaitu kata Dekkeng. Padahal kami sama sekali tidak pernah mengurus siapapun, tidak berpihak, apalagi jika dikaitkan dengan pilkada, semuanya sama,” paparnya.

Pihaknya pun, merasa postingan itu telah melecehkan dirinya baik secara pribadi maupun instansi.

“Sebab definisi dekkeng memiliki konotasi negatif. Kata dekkeng itu sama saja orang yang mengurus-urus,” paparnya.

Olehnya itu, pihaknya meminta Sat Reskrim Polres Pangkep untuk menyelidiki dugaan pencemaran nama baik itu.

“Sudah ditangani Reskrim. Saksi juga mulai diperiksa. Termasuk kami akan hadirkan saksi dari ahli bahasa juga,” jelasnya.

Sementara itu, Burhanuddin salah seorang warganet membenarkan telah dipanggil sebagai saksi oleh Sat Reskrim Polres Pangkep.

“Iya tadi sudah dipanggil. Ada beberap hal yang dikonfirmasi sebagai saksi terkait postingan di akun media sosial,” katanya.(fit/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...