Segini Jumlah Personel Brimob yang Kawal Jenazah Covid-19 di RS dan di Pemakaman

Kamis, 15 Oktober 2020 16:03

Personel Brimob

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Brimob Batalyon A Pelopor Polda Sulsel, tak lengah terus menjaga dan mengawal setiap lokasi yang dianggap rawan aksi penjemputan paksa jenazah Covid-19.

Seperti di beberapa rumah sakit rujukan di Kota Makassar dan di area pemakaman jenazah Covid-19 di Kabupaten Gowa.

Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, AKBP Darminto, mengatakan, ada 60 personel yang melaksanakan pengawalan secara bergantian dalam tim tersebut.

Terdiri dari 10 personel ditugaskan menjaga di Macanda, Kabupaten Gowa, dan 50 Personel mengawal jenazah Covid-19 dari rumah sakit rujukan hingga ke Macanda.

“Mereka ditugaskan mengawal pemakaman jenazah Covid-19, dalam rangka antisipasi adanya penolakan dari warga terhadap proses pemakaman,” tegas AKBP Darminto, Kamis (15/10/2020).

Pengamanan dengan mengirim personel Brimob sudah sesuai dengan arahan Kapolri, melalui Kapolda Sulsel, dan Dansat Brimob untuk melaksanakan pengamanan di setiap rumah sakit rujukan Covid-19.

“Kita tidak akan membiarkan tindakan dan aksi penjemputan paksa terhadap jenazah ini terjadi lagi. Maka kita siapkan personil pengamanan yang berlapis, lalu menindak tegas provokator,” katanya.

Sebelumnya, Aksi pengambilan paksa jenazah di Kota Makassar kembali terjadi. Kali ini di RS Awal Bros, Jalan Urip Sumohardjo, Rabu (14/10/2020).

Sanak keluarga sudah membawa jenazah keluarganya dengan keranda, ke sebuah mobil pikap yang telah mereka sediakan. Polisi pun datang dan langsung menggagalkan aksi tersebut.

Ketegangan antara keluarga pasien dengan polisi pun justru semakin berlarut. Aparat pun tegas dan mengeluarkan tembakan peringatan berkali-kali.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman, mengatakan, jenazah tersebut diketahui berinisial DB, 60 tahun dan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 Wita.

Sebelum meninggal, DB sempat menjalani swab test dan memiliki gejala yang mirip dengan Covid-19. Hasil swab pun saat itu belum keluar, dan keluarga almarhum DB meminta untuk mengambil jenazah keluarganya tersebut.

“Pasien hendak diambil paksa oleh pihak keluarga, namun kami berhasil mengamankan sehingga jenazah berhasil dibawa kembali ke kamar jenazah,” kata Iqbal kepada wartawan. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
4
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar