Syahganda Cs Diperlakukan Seperti Teroris, Andi Arief Sampai Menangis

Konferensi pers terkait penangkapan sejumlah aktivis KAMI. (twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Petinggi Demokrat, Andi Arief mengaku sedih dan menangis melihat tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat dipertontonkan dalam rilis kasus di Bareskrim Polri, Kamis (15/10).

Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat tampak mengenakan baju tahanan berwarna orange. Kedua tangan Jumhur dan Syahganda diikat.

“Saya sedih dan menangis melihat @syahganda dan @jumhurhidayat dkk dipertontonkan ke muka umum seperti teroris,” kata Andi Arief di akun Twitternya, Kamis (15/10).

Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat itu menyebut Jumhur dan Syahganda merupakan reformasi sehingga tak layak diperlakukan seperti teroris.

“Mereka berdua ada jasanya dalam perjuangan reformasi. UU ITE tidak tepat diperlakukan begitu, bahkan untuk kasusnya juga tidak tepat disangkakan,” cetus Andi Arief.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan Jumhur Hidayat diduga menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial Twitter terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Salah satu cuitan yang dipersoalkan adalah tudingan UU Cipta Kerja merupakan titipan Tiongkok.

“Tersangka JH di akun twitternya menulis salah satunya UU memang untuk primitif. Investor dari RRT dan pengusaha rakus. Ada beberapa tweetnya. Ini salah satunya,” kata Argo.

Argo menyebut unggah deklarator KAMI itu menjadi pemicu adanya kerusuhan saat aksi demo tolak UU Cipta Kerja di daerah.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...