Tim Pembela Jerinx Ragukan Keahlian Saksi Ahli Bahasa

DIRAGUKAN : Tim pembela Jerinx ragukan keahlian saksi Wahyu Aji Wibowo (kiri), yang alumni S1 Sastra Inggris 2004, sebagai ahli bahasa. (Suharnanto/Bali Express)

FAJAR.CO.ID, DENPASAR-Sidang perkara ujaran kebencian dengan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx dilanjutkan secara offline atau tatap muka di PN Denpasar, Kamis (15/10).

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Otong Hendra Rahayu dkk menghadirkan empat orang saksi ahli. Sugeng Teguh Santoso, salah seorang anggota tim pembela Jerinx langsung mempersoalkan keahlian saksi Wahyu Aji Wibowo yang dipanggil duluan.

Tim pembela Jerinx berpendapat saksi yang mengaku alumni S1 Sastra Inggris 2004 itu, tidak tepat untuk menjelaskan makna kalimat berbahasa Indonesia. Saksi yang bekerja di Laboratorium Bahasa Provinsi Bali itu, menjawab sering mengikuti pelatihan bahkan seringpula jadi saksi.

“Status ahli bukan hanya dari pendidikan formal, tapi bisa diperoleh dari pelatihan dan pengalaman kerja,” kata Ketua Majelis Hakim IA Adnya Dewi.

Perdebatan terhenti dan giliran jaksa mencecar saksi terkait makna postingan Jerinx di akun pribadinya yang menyebut “IDI Kacung WHO”. Arti Kacung secara leksikal sambung saksi berarti pembantu, pelayan atau orang yang disuruh-suruh.

“Kalau diarahkan pada orang yang bukan seperti itu akan berdampak. Dampaknya subyektif pada lembaga yang dituju. IDI berarti pihak yang disuruh-suruh WHO,” terang saksi menjawab pertanyaan jaksa.

Adapun kalimat “Bubarkan IDI” merupakan kalimat perintah yang bermakna pemosting tidak menyukai organiasasi profesi dokter se Indonesia itu. “Apalagi ada komen dengan emoti babi..yang bermakna ungkapan kasar,” terang saksi.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...