Usai Main, PSK Dibiarkan Bersimbah Darah dengan Pintu Tak Terkunci

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID — Terdakwa pembunuhan, Ahmad Junaidi, mengaku kasihan melihat Ika Puspita Sari lemas. Dia melukai perempuan itu di bagian leher. Karena itulah, dia tidak mengunci pintu apartemen Ika ketika meninggalkan korban bersimbah darah. Dia berharap ada yang menolongnya.

“Rencana mau saya kunci dari luar. Tapi, saya lihat dia masih hidup. Jadi, tidak saya kunci. Siapa tahu dia dapat pertolongan,” ujar Junaidi saat memberikan keterangan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (12/10/2020).

Junaidi kemudian turun dari lantai 8 menuju lobi Apartemen Puncak Permai tersebut. Dia lalu meninggalkan apartemen mengendarai sepeda motor menuju mes tempatnya tinggal. Pria 20 tahun itu sempat membuang pisau dalam perjalanannya pulang.

Dia saat itu sebenarnya hanya ingin berhubungan seksual untuk menghilangkan penat karena kesibukan bekerja. Junaidi kemudian mencari teman kencan melalui aplikasi Mi-Chat. Pria asal Sampang, Madura, tersebut menemukan Ika yang mengaku bernama Vania. Ika mematok tarif Rp 800 ribu sekali kencan. ”Tapi, nanti bisa dirundingkan lagi di apartemen. Dia minta saya datang kalau memang berminat,” katanya.

Junaidi tiba di depan apartemen pada Rabu (22/4) pukul 21.00. Dia masih menunggu karena Ika ternyata tertidur. Hingga akhirnya, perempuan 36 tahun itu menjemput Junaidi di lobi apartemen 1,5 jam kemudian. Di dalam apartemen, mereka bernegosiasi harga. ”Perjanjian sepakat Rp500 ribu untuk dua kali main,” ujarnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...