WNA Asal Turki Berstatus Tahanan Kota, Korban Sesalkan Keputusan Kejati

WNA asal Turki (Pakai Topi) duduk di sofa Kejaksaan Negeri Sungguminsa, Kamis, 14 Oktober.

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Penyidik Kepolisian Ditreskrimsus Polda Sulsel menyerahkan tersangka WNA asal Turki Hendrik Rudy (47) dan Rina Natalia ke Kejaksaan Sungguminasa Gowa. Sayangnya, kedua tersangka berstatus tahanan kota.

Kasi Pidum Kejari Gowa, Arif Suhartono, mengatakan, perkara tersebut merupakan perkara Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Karena lokasi perkara di Kabupaten Gowa, makanya ditangani di Kejaksaan Negeri Gowa.

“Pelimpahan tahap duanya sudah selesai. Tersangka ini berstatus tahanan kota. Makanya tidak dititip di Rutan atau Lapas,” kata Arif kepada FAJAR.CO, Kamis, 15 Oktober.

Perkara penipuan ini dilaporkan oleh Widama dan Aditya, pada tahun 2017. Namun, tersangka yang terus mangkir dijemput paksa awal tahun 2020 di Jakarta. Lalu sempat ditahan. Tersangka disangkakan pasal 378 jo 372 KUHP.

Widama mengaku diajak oleh tersangka untuk membangun perumahan di Barombong Tanjung Mutiara. Bahkan, para tersangka meminta uang investasi masing sebanyak Rp5,4 miliar.

Itu diminta dari Widama sabanyak Rp1,8 miliar dan Aditya sebanyak Rp3,6 miliar. Janjinya, setiap rumah yang laku, korban akan diberikan 30 persen setiap orang.

Namun setelah rumah laku terjual, janji tersebut tidak ditepati. Justru dinikmati sendiri para tersangka.

Makanya, korban merasa ditipu dan melapor ke Direskrim Polda Sulsel.

“Kami sangat menyesalkan kenapa tersangka tidak ditahan oleh Kejati Sulsel. Padahal, para tersangka pernah mangkir proses pidana di Polres Gowa dan tersangka Hendrik Rudi ditangkap di Jakarta oleh Polres Gowa,” imbuhnya (ans)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...