Aktivis Mulai Dibungkam, Iwan Sumule: Back to Flinstones

Iwan Sumule bersma Adam Wahab menemui Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat di Bareskrim Polri, Selasa (13/10/2020) malam. Foto IST

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Penangkapan sejumlah aktivis terkait penolakan mereka terhadap Undang-undang Cipta Kerja menjadi sinyal kebebasan berpendapat di Indonesia mulai tidak sehat.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mengatakan bahwa menyampaikan pikiran kini menjadi hal yang mengerikan di negeri ini.

Hal tersebut berkaca dari penangkapan sejumlah aktivis dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dianggap sebagai biang kerok kerusuhan saat aksi penolakan UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

“Pikiran jadi kejahatan dan dapat dipenjarakan. Pernah terjadi di abad kegelapan, pemikir atau filsuf dipenjarakan karena pikirannya. Kini kita seperti back to flinstones,” kata Iwan Sumule di akun Twitternya, Jumat (16/10/2020).

Flinstones sendiri merupakan film animasi yang berlatar kehidupan di zaman batu.

Iwan Sumule menjelaskan, sejarah telah membuktikan bahwa pikiran berhasil memerdekakan manusia dan mensejahterakan berbagai bangsa.

Dia pun merasa miris jika kriminalisasi kembali terjadi pada kelompok yang berpikir kritis di abad modern

“Di abad modern atas nama UU ITE pikiran kembali dijadikan kejahatan, dikriminalisasi. #BackToFlinstone,” sindirnya.

Iwan Sumule juga melancarkan protes keras atas perlakuan terhadap Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan. Di mana yang bersangkutan diekspos ke publik dengan tangan diborgol seolah telah menjadi seorang yang bersalah.

“Stop ekspos tersangka dalam konpres karena langgar asas praduga tidak bersalah. Tanpa putusan pengadilan inkrah, tak seorang pun dapat diperlakukan bagai terpidana,” tekannya. (msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...