Demo Omnibus Law, Epidemolog: Potensi Penularan Covid 19 Sangat Besar

Ketua Tim Epidemiologi Covid-19 Makassar dari Universitas Hasanuddin, Ansariadi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Gelombang penolakan terhadap Omnibus Law terus dilakukan masyarakat dan mahasiswa. Ratusan hingga ribuan massa turun ke jalan menuntut agar Undang-undang Cipta Kerja tersebut dicabut.

Namun demontrasi yang terjadi berpotensi menyebarkan virus Covid 19. Pasalnya protokol kesehatan seperti jaga jarak dan pakai masker tidak bisa dipatuhi saat aksi berlangsung.

Tim Epidemiolog Covid 19 Kota Makassar dari Universitas Hasanuddin, Ansariadi, mengatakan dalam kerumunan itu, tidak dapat dipastikan semua orang tidak terinfeksi virus Covid-19. Jika begitu potensi penularan bisa saja terjadi.

“Kalau dilihat sepintas, ini potensi penularannya sangat besar. karena hampir tidak ada yang menjaga jarak aman, teriak-teriak dan ada beberapa yang tidak pakai masker,” ujar Ansariadi saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2020).

Meski begitu, grafik perkembangan penyebaran virus covid 19 masih belum menunjukkan adanya peningkatan.

“Ini belum bisa dilihat grafik naiknya kasus covid 19 efek demo omnibus law. Akan dievaluasi nanti untuk melihat perkembangannya,” jelasnya.

Ansariadi menjelaskan penyebaran Covid 19 tidak hanya membahayakan diri sendiri. Dia mengingatkan, para pendemo yang usianya masih muda mungkin tidak mengalami penyakit serius.

Namun, jika virus tersebut ditularkan ke kelompok rentan, seperti orang dengan komorbid, lansia, dan sebagainya, risiko terkena penyakit serius semakin tinggi.

“Bagusnya ini karena anak muda. Fisik dan daya tahan tubuh bagus. Tapi berpotensi menularkan ini jadi persoalan. Data saat ini ada 200 ribu orang lebih orang usia lansia di Makassar,” tambahnya. (ikbal/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...