Fasum di Pasar Segar Dikomersilkan, Ini Ultimatum Komisi A DPRD Makassar

Suasana Pasar Segar Panakkukang selalu ramai di kunjungi warga.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Komisi A DPRD Kota Makassar meminta perjanjian kontrak retribusi fasilitas umum (Fasum) di area Pasar Segar ditinjau kembali.

Hal ini ditemukan usai Komisi A sidak ke lapangan melakukan peninjauan dan menemukan beberapa keganjilan, termasuk indikasi pemungutan retribusi ilegal dan pemanfaatan fasum yang dikomersilkan.

“Memang setelah turun ke Pasar Segar, kami menemukan ada beberapa indikasi yang menurut kami belum legal di sana, seperti aturan kerjasama yang sebenarnya sejak dahulu sudah dilakukan oleh pihak pengelola, kenyataannya baru kami dapatkan bahwa tahun 2020 ini baru ada perjanjian kerjasamanya,” jelas anggota Komisi A DPRD Makassar, Kasrudi, Jumat (16/10/2020).

Pada akhirnya, guna mengklarifikasi temuan tersebut, Komisi A (Bidang Hukum dan Pemerintahan) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pengelola Pasar Segar dan pihak Pemerintah kota Makassar.

Hasil dari RDP tersebut, pihak DPRD meminta agar kontrak kerjasama tersebut ditinjau ulang. Mengingat, hal ini berkaitan dengan penarikan retribusi dan tindakan nakal mengkomersilkan fasilitas umum.

“Yang pertama, kami mempertanyakan di mana ini perjanjian kerjasama sebelum tahun 2020, sementara pihak pengelola sudah menarik sewa dari UMKM yang menjalankan usaha disana,” jelas Kasrudi.

“Jadi kami berharap pengelola Pasar Segar memberikan kompensasi karena sebelumnya belum ada kerjasama di lahan kerjasama, harusnya itu dia menarik ongkos sewa itu sebelum 2020, agar dikompensasikan di tahun 2020 ini semenjak perjanjian kerjasama,” lanjutnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...