Isi Grup WA KAMI Medan Dibongkar, Jarah Toko Cina hingga Wajib Bawa Bom Molotov


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Isi chat grup Whatsapp aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan benar-benar bikin ngeri.

Dalam percakapan tersebut, terdapat skenario menjadikan momen aksi demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja menjadi kerusuhan seperti tahun 98 silam.

Polisi sebelumnya menangkap empat aktivis KAMI Medan karena diangap memprovokasi masyarakat.

Keempatnya yakni KA, J, NZ dan WRP dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah aktivis KAMI yang tergabung dalam WhatsApp Group KAMI Medan dengan tersangka KA sebagai admin.

“KA adalah admin WAG KAMI Medan,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Kamis (15/10/2020).

Dalam grup WA itu, polisi menemukan foto kantor DPR RI disertai dengan tulisan “Dijamin komplit kantor sarang maling dan setan”.

Sedangkan tersangka KA menulis kalimat “Mengumpulkan saksi untuk melempari DPR dan melempari polisi” dan “Kalian jangan takut dan jangan mundur.”

Sementara tersangka J menuliskan “Batu kena satu orang, bom molotov bisa ngebakar 10 orang, bensin bisa berceceran”.

Selain itu J juga menlis “Buat skenario seperti 98, penjarahan toko Cina dan rumah-rumahnya, preman diikutkan untuk menjarah”.

Tersangka NZ dan WRP masing-masing menuliskan “Yakin pemerintah sendiri bakal perang sendiri sama Cina” dan “Besok wajib bawa bom molotov”.

Keempat tersangka ditangkap setelah Siber Bareskrim memantau adanya konten provokasi di grup percakapan dari Medan yang mendorong demonstran melakukan aksi demonstrasi yang anarkis, melakukan vandalisme dan melukai aparat.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...