Kolaborasi Memperkuat UMKM di Tengah Multikrisis Pandemi Covid-19


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Agar bisa bertahan di tengah multikrisis pandemi virus corona, butuh kolaborasi agar Unit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tak gulung tikar. Bangkrut.

Kolaborasi untuk UMKM ini bisa berupa permodalan hingga pemasaran. Pasalnya, menghadapi tantangan di masa sulit ini tak mudah.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki memperkirakan, ada sekitar 47 persen yang terancam gulung tikar. Padahal, sektor ini menyumbang 60 persen PDB Indonesia dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja.

“Mendorong kemitraan (UMKM) dengan usaha besar. Ini sangat penting, bagaimana industri di Jepang dengan UMKM bisa kita ambil contoh,” ujar Teten, Jumat (16/10/2020).

Berdasarkan survei Katadata Insight Center (KIC) di Jabodetabek, Juni lalu, 57 persen UMKM mengaku dalam kondisi buruk, dan 25 persen hanya bisa bertahan hingga September.

Maka dari itu, kata Teten, kolaborasi menjadi penting bagi UMKM untuk bisa terus menjalankan operasional hingga berkembang baik.

“Di Indonesia pun juga banyak (bentuk kolaborasi), dimana sektor UMKM lokal sudah banyak yang jadi pemasok Astra,” bebernya.

Di sisi lain, Teten menyebutkan, UMKM saat ini juga perlu untuk segera bertranformasi ke arah digital agar bisa mengoptimalkan usaha. Sehingga, tak hanya meningkatkan pemasaran namun juga memotong biaya produksi.

“Higt cost industri kita bukan hanya di manufaktur, tapi juga UMKM,” kata dia.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...