Lahan di Kawasan Transmigrasi Masih Banyak Bersengketa

Wakil Mendes PDTT, Budi Arie Setiadi dalam kunjungannya di Kawasan Transmigrasi Bekkae Desa Paselloreng Kecamatan Gilireng Kabupaten Wajo, Jumat, 16 Oktober. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Sengketa lahan di kawasan transmigrasi menjadi perhatian Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Mendes PDTT, Budi Arie Setiadi dalam kunjungannya di Kawasan Transmigrasi Bekkae Desa Paselloreng Kecamatan Gilireng Kabupaten Wajo, Jumat (16/10/2020).

“Kami fokus menangani persoalan lahan. Mau tahu berapa ?. Ada sekitar 2 juta bidang tanah masih bersengketa di kawasan transmigrasi di Indonesia,” ujarnya.

Kata dia, persoalan sengketa lahan itu dapat berdampak negatif terhadap program transmigrasi. Yang mana memiliki tujuan mensejahterakan warga transmigrasi.

“Di Wajo saya tidak mau status lahan itu tidak jelas. Warga transmigrasi harus diberikan sesuai hak dan peruntukannya,” tuturnya.

Sebab, menurutnya, program transmigrasi yang gagal hanya sedikit. Kegagalan itu akibat tidak adanya keharmonisan.

“Khususnya transmigrasi dari Jawa. Sebagai pendatang harus bersosialisasi dan bergotong royong dengan transmigrasi lokal,” pintanya.

Sementara, salah seorang transmigrasi, Noto mengaku, sudah 10 tahun berada di kawasan transmigrasi Bekkae. Hidupnya tentram sejak meninggalkan tanah kelahirannya di Jawa Timur.

“Cuma masalahnya sampai sekarang lahan belum dibagikan kepada kami,” sebutnya. (man/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...