Minta Fasilitas Mobil Dinas Bernilai Miliaran, Mantan Pimpinan KPK Ramai-ramai Prihatin

KPK

FAJAR.CO.ID — Sejumlah mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan perubahan sikap dan memudarnya nilai luhur lembaga anti rasuah itu.

Pasalnya, rencana pengadaan mobil dinas untuk pimpinan, dewan pengawas, dan pejabat struktural menuai polemik dari berbagai kalangan.

Seperti yang disampaikan Wakil Ketua KPK periode 2015-2019 Laode M Syarif. Dia menyatakan, rencana tersebut kurang pantas, di saat masyarakat masih prihatin akibat pandemi Covid-19.

“Pimpinan KPK dan seluruh jajaran-nya harus berempati pada kondisi bangsa yang orang miskinnya masih mencapai 20 jutaan dan penambahan kemiskinan baru akibat COVID-19 yang menurut BPS sebanyak 26,42 juta, sehingga kurang pantas untuk meminta fasilitas negara di saat masyarakat masih prihatin seperti sekarang,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Atas pengadaan mobil dinas itu, Syarif pun mengingatkan kembali soal nilai-nilai luhur KPK seperti independen dan sederhana.

“Menurut saya, walaupun status KPK menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) tetapi nilai-nilai luhur KPK seperti independen dan sederhana tidak boleh ditinggalkan,” ucap-nya.

Selain itu, ia juga mengaku pada masa pimpinan KPK jilid IV, pihaknya tidak pernah membahas pengadaan mobil dinas saat itu.

“Kami tidak pernah membahas tentang pengadaan mobil dinas buat pimpinan dan pejabat struktural,” ungkap Syarif.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua KPK 2015-2019 lainnya, Saut Situmorang juga menyoroti pengadaan mobil dinas tersebut.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...