Sebut Jerinx SID Ada Unsur Menghina IDI, tapi Gagal Temukan Sinonim Kacung

Jumat, 16 Oktober 2020 08:33

Saksi ahli bahasa Wahyu Aji Wibowo saat memberikan kesaksiannya di depan majelis hakim PN Denpasar kemarin (Adrian Suwan...

Dikatakan Wahyu, menyerang bermakna sebagai pihak yang harus dilawan. Namun, giliran ditanya oleh Sugeng Teguh Santoso, anggota pengacara JRX, Wahyu tidak selancar saat menjawab pertanyaan JPU.

“Coba ahli sebutkan, makna selain kacung yang memiliki nilai rasa lebih tinggi. Apakah pembantu?” tanya Sugeng memancing.

Wahyu menggelengkan kepala. Katanya, kata pembantu tidak memiliki makna dan nilai rasa lebih tinggi dari kacung.

“Lalu apa?” kejar Teguh. Wahyu terdiam. “Saya tidak bisa menjelaskan sinonim (padanan kata) dari kacung,” jawab Wahyu.

Sontak hal itu langsung menjadi pintu masuk Sugeng menggempur Wahyu. Termasuk kredebilitas Wahyu sebagai ahli. Namun, Wahyu memiliki argumen.

Dikatakan, dirinya melihatnya makna postingan terdakwa secara kronologi dari postingan sebelumnya. “Selain itu, kata juga harus dimaknai sesuai konteks,” dalih Wahyu.

Sugeng menanyakan gaya bahasa seseorang berbeda karena latar belakangnya berbeda. Terdakwa terkesan kasar karena sebagai musisi aliran cadas.

“Terdakwa ini meminta penjelasan karena gayanya cadas sebagai musisi yang cadas,” tegas Sugeng.

Tapi, Wahyu tidak melihat sebagai gaya bahasa. Namun melihatnya secara kontekstual. Terdakwa memiliki rasa benci atau tidak suka terhadap IDI.

Gendo kemudian menanyakan jenis majas atau gaya bahasa. Di antaranya majas hiperbola dan ironi. Namun, Wahyu tidak bisa menjelaskan detail.

Wahyu mengaku terus terang tidak menguasai majas karena majas biasanya digunakan dalam sastra. Sedangkan dirinya mendalami linguistik.

Bagikan berita ini:
3
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar