Serikat Pekerja Konsisten Tolak UU Cipta Kerja

Konsisten Tolak UU Cipta Kerja

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Sesuai janji Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang mengatakan akan menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat umum khususnya para buruh terhadap UU cipta kerja.

Hal itu kini ditepati oleh Pemprov Sulsel, lantaran pihaknya kembali memanggil serikat buruh, pekerja dan mahasiswa untuk berunding dan berdiskusi terkait poin-poin yang dinilai merugikan masyarakat.

Ketua Konfederasi Serikat Nusantara (KSN), Mukhtar Guntur menegaskan pada pertemuan kedua kalinya, ia bersikukuh dan berkomitmen untuk tetap menolak UU Omnibus Law.

Menurutnya, setelah membaca dan menelaah rincian setiap poin UU tersebut, pihaknya mensinyalir bahwa memang benar terdapat ketidakseimbangan antara pengusaha dan pekerja.

“Banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kami. Misalnya terkait dengan pesangon, ada memang pesangon tapi dikurangi nilainya. Tentang cuti, memang ada tapi dikurangi juga,” tegas Muchtar.

“Nah itu kemudian setelah kami kaji ternyata memang mulai dari proses awal draf UU inikan sudah diprotes oleh gerakan buruh dan hampir di semua serikat buruh pekerja memprotesnya sejak awal,” sambungnya.

Sementara, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengaku akan sesegera mungkin melanjutkan aspirasi masyarakat ke Gubernur dan diterukan ke Presiden Jokowi.

“Kita melihat tadi ada beberapa poin yang disetor dan kalau masih ada persoalan lain boleh diajukan,” ucap Sudirman, usai melakukan pertemuan dengan serikat pekerja dan mahasiswa di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (16/10/2020).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...