Soal Tokoh KAMI, Prof Jimly Asshiddiqie: Ditahan Saja Tidak Pantas Apalagi Diborgol

Jumat, 16 Oktober 2020 10:19

Anggota DPD Prof Jimly Asshiddiqie -- jawa pos

Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu menyebut satu persatu tahanan politik yang pernah dipenjara pada masa penjajahan Belanda di tanah air.

“Lihat Bung Karno di Ende, Bengkulu n Bangka. Bung Hatta n Syahrir memang lebih berat di Digul. Di Bandanaitra lebih longgar. Merka masih diperlakukan manusiawi bahkan diberi gaji bulanan,” tandas Fadli Zon.

Salah satu deklarator KAMI, Gde Siriana Yusuf menilai perlakuan tidak manusiawi terhadap Jumhur dan Syahganda telah menyinggung rakyat dan sistem politik di Indonesia.

“Ini penghinaan terhadap rakyat dan demokrasi,” ujar Gde Siriana Yusuf.

Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) ini mengharapkan pemerintah memperlakukan para aktivis KAMI tersebut dengan baik. Jangan justru ditampilkan dalam jumpa pers seperti pelaku kriminal lainnya.

“Aktivis politik diperlakukan bak kriminal dengan koruptor dengan tangan diborgol. Bukan seperti ini cara menghadapi perbedaan pendapat,” tegas Gde Siriana Yusuf. (pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
6
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar