Antisipasi Fenomena La Nina, BPBD Khawatirkan Luapan Danau Tempe


FAJAR.CO.ID, BONE– Akhir tahun memasuki musim hujan. Ada juga fenomena La Nina (fenomena iklim) yang harus diantisipasi. Apalagi, tahun sebelumnya sudah ada 60 rumah yang dihantam angin puting beliung.

Itu rata-rata terjadi di daerah pegunungan (Bone Selatan) seperti Libureng, Kahu, Kajuara. Ada juga di Bone Utara seperti Ajangale, kemudian di Awangpone.

Fenomena lain yang terjadi gelombang pasang. Itu jika terjadi pasang di Teluk Bone, kemudian debit air Danau Tempe juga tinggi apalagi elevesainya mengalir ke Teluk Bone melewati DAS Walenae sangat pelan.

“Dampaknya banjir,” kata Kepala BPBD Bone, Dray Vibrianto Sabtu (17/10/2020).

Kata dia, di Bone akhir tahun lalu lebih banyak angin puting beliung. Tahun lalu saja periode November sampai Februari hampir 60 rumah yang terdampak angin puting beliung.

Meski begitu, fenomena La Nina ini diprediksi terjadi di Bone. Sekarang pihaknya sementara menyusun rencana kontijensi. Menyiapkan posko, menyiapkan jalur evakuasi, dan tindakan yang akan dilakukan ketika terjadi La Nina.

Strategi lain yang disiapkan dalam mengantisipasi itu adalah mengumpulkan semua stakeholder kebencanaan. Dan sudah punya SOP dalam menggerakkan itu semua. Karena wilayah Bone luas, dan titik bencana hampir tersebar disemua kecamatan.

“Untuk personel kita tidak bisa membagi. Yang kita sediakan adalah mengeluarkan seluruh peralatan,” tambahnya. (agung/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...