Cara Adik Amran Sulaiman Perkuat Sistem Pangan di Tingkat Dusun

Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Geliat sayuran di Bone terus meningkat. Masyarakat perlahan mulai menekuninya. Pemerintah pun menjamin harganya tidak jatuh.

Di sisi lain, ini salah satu cara jitu untuk mengimbangi pasokan sayur dari luar daerah. Untuk sementara desa yang menjadi penyuplai sayuran di Bone seperti Lampoko, Ajangpulu, Arasoe, Awampone, Salebba, Ponre, Bana, Matajang, dan Desa Mappaloulaweng.

Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman mengutarakan, untuk memperkuat peran sistem pangan berkelanjutan dengan mengajak masyarakat dan pemerintah mengubah cara pangan diproduksi, diolah, diperdagangkan, dikonsumsi, dan dibuang.

Tujuannnya kata dia, agar manusia tak lagi mengorbankan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang menjadi penopang hidup. “Kita memperkuat peran sistem pangan berkelanjutan sampai ke tingkat dusun,” katanya Sabtu (17/10/2020).

Asman bertutur, saat ini sudah berimbang dari pasokan luar kabupaten dengan produksi masyarakat. “Mayoritas masyarakat kejar kesegaran mutu, kualitas, dan jaminan keamanan panganya. Itulah yang disebar ke pasar-pasar tradisional di seluruh kecamatan,” tambahnya.

“Sisanya diakomodir oleh beberapa toko di Bone, termasuk Toko Tani Indonesia Center (TTIC) dan Mitra PT Surya Indah Group hasil produksi para petani,” sambung adik kandung Amran Sulaiman itu. (agung/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...