Gus Nur Ibaratkan NU seperti Bis Umum, Sopirnya Mabuk, Kondekturnya Teler, dan Penumpangnya Kurang Ajar

Gus Nur (kiri). Tengku Zulkarnain (kanan). -Foto: @Gusnur13official

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pendakwah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur selama ini dikenal merupakan warga Nahdatul Ulama (NU) atau Nahdiyin. Tetapi, Gus Nur mengaku bukan NU struktural, hanya sebagai NU tradisional.

Meskipun sebagai Nahdiyin, Gus Nur tidak seperti warga NU lain. Dia kerap menyerang pemerintah dengan gaya bahasanya. Menurut pria kelahiran Banten 1974 ini, kesucian NU tidak seperti dahulu kala.

Gus Nur menilai, rezim Jokowi membuat NU berubah 180 derajat. NU yang dulu Ia kenal, kini telah berubah. Gus Nur mengibaratkan NU seperti sebuah bis besar. Bis itu dikemudikan oleh seorang sopir yang mabuk dan juga para penumpangnya yang kurang ajar.

“Setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat (NU), berubah. Saya ibarat NU sekarang itu seperti bis umum, sopirnya mabuk, kondekturnya teler, dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Perokok, nyanyi, buka-buka aurat, dangdutan juga. Jadi kesucian NU yang selama ini saya kenal itu seakan-akan ga ada sekarang ini.” Ucap Gus Nur saat berbincang dengan Refly Harun di chanel YouTube Refly Harun, Sabtu (17/10).

Gus Nur mengatakan, sebelum ada rezim Jokowi, hubungan NU dengan dirinya baik. Ke mana-mana, dia selalu dikawal oleh Banser. “Sebelum ada rezim ini, saya dakwah selalu dikawal banser, saya adem ayam sama NU, ga pernah ada masalah,” ucap Gus Nur.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...