Polisi Terbitkan Red Notice Dokter Gadungan, Prof Hambali: Terlambat

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, BONE — Masih ingat soal kasus dokter gadungan di Bone? Polres Bone sudah menghadap ke Bareskrim Mabes Polri. Sementara itu, Polda Sulsel pun sudah menerbitkan Red Notice (pemberitahuan merah).

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf mengatakan, hasil koordinasi dengan Mabes Polri, itu sudah keluar red noticenya sejak bulan lalu.

“Polda sudah keluarkan red noticenya. Sanksinya cabut visa. Untuk yang tersangka saja, karena ada juga laporannya di polda,” katanya.

Sekadar diketahui red notice merupakan peringatan internasional yang diedarkan oleh Interpol untuk mengkomunikasikan informasi tentang kejahatan, penjahat, dan ancaman oleh polisi di negara anggota (atau entitas internasional resmi) kepada rekan-rekan mereka di seluruh dunia.

Keberadaan Amyza Tomme (36) terendus di Kota Kasablanka, Malaysia pada awal Agustus lalu. Tetapi jauh sebelumnya, pada Februari 2019 ditetapkan tersangka oleh Polres Bone. Ditangguhkan pada 13 Maret 2018 dengan dalih ingin berobat.

Polisi menerbitkan surat DPO sejak 13 Juni 2019. Harusnya sejak saat itu juga red notice diterbitkan. “Penerbitan red notice itu terlambat,” kata Pakar Hukum Pidana UMI, Prof Hambali Thalib Sabtu (17/10/2020).

Kata dia, harusnya sejak ditetapkan DPO, polisi sudah harus menyebarkan informasi ke seluruh tempat yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.

“Begitu ditetapkan DPO sudah seharusnya disebar apakah itu oleh intelijen, imigrasi, atau kedutaan,” jelasnya. (agung/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...