2 Kali Terinfeksi Covid-19, Tenaga Paramedis Meninggal

Ilustrasi-- Paramedis di National Hospital Surabaya yang ditugaskan di IGD tambahan untuk melayani pasien corona. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Terhadap jenazah TRS diberlakukan proses pemulasaraan jenazah sesuai protokol COVID-19. Meninggalnya TRS ini dengan demikian menambah jumlah kasus kematian akibat COVID-19 di Tulungagung, dari sebelumnya berjumlah tiga orang menjadi empat orang.

Dengan jumlah kasus terkonfirmasi per 17 Oktober sebanyak 443 orang, dengan 404 penderita di antaranya berhasil sembuh, maka rasio fatality rate (FR) COVID-19 di Tulungagung masih di kisaran 0,9 persen atau di bawah satu persen.

“Fatality rate kita (Tulungagung) masih sangat rendah, terutama jika dibandingkan kematian akibat COVID-19 di tingkat nasional mencapai 3,7 persen, sedang untuk tingkat Provinsi Jatim mencapai 4,09 persen,” katanya.

Galih meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Tetap memakai masker saat di luar rumah, jaga jarak, sering mencuci tangan dan jauhi kerumunan. “Tetap patuhi protokol kesehatan, sebagai kunci pencegahan COVID-19,” katanya. (ant/jpnn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar