Jalan Panjang Benda-benda Bersejarah Indonesia di Belanda untuk Pulang

SENJATA DARI JAWA: Berbagai senjata dari Perang Jawa 1825-1830 di Museum Bronbeek, Arnhem, Belanda. Sealin milik Pangeran Diponegoro, juga ada senjata Kiai Mojo dan Sentot Alibasah. (ADRIAN PERKASA FOR JAWA POS)

FAJAR.CO.ID — Sudah sekitar 1.500 benda bersejarah asal Indonesia yang dikembalikan Belanda. Yang belum? Bisa jadi lebih banyak lagi. Komite bentukan Negeri Kincir Angin itu sudah merekomendasikan pengembalian barang-barang dari masa kolonial yang diperoleh secara ilegal. Tapi, untuk memulangkan sebilah keris pun, negosiasinya bisa bertahun-tahun.

Yang paling menjadi pertimbangan pemerintah sebelum mengajukan permintaan pengembalian: nilai benda dan di mana akan disimpan. Hasil jarahan seperti emas, berlian, dan permata paling sulit direpatriasi.

Sebelum akhirnya bisa pulang ke Indonesia, keris Pangeran Diponegoro harus melintasi perjalanan yang sangat panjang dari Belanda. Dimulai dengan penelitian pada 1984.

Mari menengok ke Prancis. Pidato Presiden Emmanuel Macron pada 2017 memang ditepuktangani dunia. Macron berjanji mengembalikan sebagian besar benda bersejarah dari negara-negara bekas jajahan mereka di Afrika.

Dan, apa yang terjadi tiga tahun berselang? Cuma 27 restitusi (pembayaran ganti rugi) yang terjadi. Dan, hanya satu barang bersejarah yang dikembalikan, tepatnya ke Senegal.

Jadi, rilis komite penasihat bentukan pemerintah Belanda pada Rabu pekan lalu (7/10) itu memang melegakan. Seperti Macron, mereka meminta Negeri Kincir Angin mengakui dosa kolonialisme dan mengembalikan benda-benda bersejarah yang diambil secara ilegal dari bekas tanah jajahan.

Ratusan ribu jumlahnya, sebagian dari Indonesia, bekas jajahan paling besar Belanda. Tapi, ’’pintu yang terbuka’’ itu sebaiknya disikapi secara realistis. Sebab, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk benar-benar bisa membawa pulang berbagai aset bersejarah tersebut ke tanah air. Dan, apa memang perlu semua direpatriasi?

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...