Jalan Panjang Benda-benda Bersejarah Indonesia di Belanda untuk Pulang

Minggu, 18 Oktober 2020 12:21

SENJATA DARI JAWA: Berbagai senjata dari Perang Jawa 1825-1830 di Museum Bronbeek, Arnhem, Belanda. Sealin milik Pangera...

Jadi, rilis komite penasihat bentukan pemerintah Belanda pada Rabu pekan lalu (7/10) itu memang melegakan. Seperti Macron, mereka meminta Negeri Kincir Angin mengakui dosa kolonialisme dan mengembalikan benda-benda bersejarah yang diambil secara ilegal dari bekas tanah jajahan.

Ratusan ribu jumlahnya, sebagian dari Indonesia, bekas jajahan paling besar Belanda. Tapi, ’’pintu yang terbuka’’ itu sebaiknya disikapi secara realistis. Sebab, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk benar-benar bisa membawa pulang berbagai aset bersejarah tersebut ke tanah air. Dan, apa memang perlu semua direpatriasi?

Dr Sri Margana, anggota Committee for Colonial Objects Repatriation, mengatakan bahwa pengembalian barang-barang Indonesia yang sudah masuk di berbagai museum Belanda sangatlah susah. ’’Meski barang-barang yang disodorkan itu bukan barang yang dipajang untuk koleksi,’’ kata Margana yang terlibat dalam pemulangan keris Kiai Nogo Siluman milik Diponegoro.

Dosen Ilmu Sejarah FIB Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta, itu menambahkan, kedua pihak, Indonesia dan Belanda, sama-sama memiliki tim. Jadi, negosiasi barang mana yang dikembalikan ke Indonesia atau tetap di Belanda pasti alot. ’’Bukan pemerintahnya yang ngotot mempertahankan, melainkan kurator museum itu,’’ ucap Margana.

Bagikan berita ini:
5
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar