Telusuri Rekam Jejak Wali Kota Makassar di Era Pemerintahan Orde Baru hingga Orde Reformasi


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Tiga pekan secara beruntun, Komunitas Peradaban Makassar menggelar diskusi dengan terma ‘Diskotik’ (Diskusi Kopi Politik), sebagai respon keresahan warga Makassar atas terjadinya degradasi kebudayaan di kota ini.Gagasan ini sebagai tindak lanjut atas laju derap pembangunan di Kota Makassar yang semakin yang tak terarah dan tak terkendali.

Komunitas Peradaban Makassar sejak dini telah  menghimpun berbagai lapisan masyarakat termasuk generasi Milenial untuk ikut berkontribusi dalam setiap gelaran diskusi yang diadakan. Pekan lalu (9/10/2020), Politik Uang dan Peran Generasi Milenial dalam Pilwali Makassar menjadi tema yang mengemuka.

Pada Diskotik Ke-4 ini, Rekam jejak Para Wali Kota Makassar di era Pemerintahan Orde baru sampai orde reformasi menjadi tajuk diskusi paling menarik dan sexy saat menjelang perhelatan Pilwali Makassar 9 Desember 2020 nanti.

Bicara Wali Kota Makassar tentu saja tak bisa dilepaskan Sejarah Kota Makassar itu sendiri dan bagaimana rekam jejak para walikota Makassar itu ketika mengemban amanah mengelola pemerintahan Kota yang di abad ke-17 pernah menjadi Bandar Dagang paling “kosmopolit” di kawasan Asia tenggara mengalahkan Tumasik (yang sekarang kita kenal dengan Singapura), ketika itu volume dagang Makassar mencapai 46 juta gulden melampaui singapura yang hanya 16 juta gulden.

Diskusi yang di mulai tepat pada pukul 21.00, di buka dengan sekilas pengantar dari Founder Komunitas Peradaban Makassar, Mashud Azikin, yang mengajak peserta diskusi menelusuri rekam jejak para Walikota Makassar, dari Era Walikota HM Daeng Patompo, Abustam, Jancy Raib, Suwahyo, Malik B Masry, HB. Amiruddin Maula, Ilham Arief Sirajuddin dan Dany Pomanto dengan berbagai Legacy yang ditinggalkan oleh masing-masing Walikota. 

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...