Tewas Teguk Racun, Paman Bantah karena Stres Tugas Sekolah


FAJAR.CO.ID, GOWA – Kematian MS, 16 tahun usai meneguk racun di dalam rumahnya di Kabupaten Gowa, rupanya belum sepenuhnya diterima baik oleh keluarganya.

Ada salah satu pria yang mengaku sebagai paman dari MS, bernama Basri Kaila, membantah polisi soal penyebab tewasnya keponakannya itu gara-gara depresi akibat tugas sekolahnya yang tak karuan.

“Jangan sembarang posting siswa meninggal bilang depresi belajar online minum racun. Saya omnya (paman),” ujar Basri, dalam pesan singkat, Minggu (18/10/2020).

Dia bandingkan dengan anak lainnya yang juga ikut belajar online selama masa pandemi Covid-19 ini. Dari situ, sangat tidak masuk akal bagi dia, MS bisa depresi hingga nekat minum racun hingga tewas.

Basri pun kini merasa risih dengan pemberitaan yang menyebut hal demikian.

“Kalau depresi akibat belajar online, pasti sudah banyak yang meninggal. Tolong dihapus postingan itu,” minta Basri, kepada wartawan.

Basri pun telah mengetahui, anggapan soal MS yang depresi karena tugas sekolahnya yang tidak karuan dari polisi, tidak benar dan polisi bisa saja salah dalam berkesimpulan.

“Makasih banyak. Polisi juga nggak selamanya benar. Pasti ada yang salah. Memang benar minum racun. Tapi tidak ada yang tahu apa penyebabnya. Makasih,” tutupnya.

Namun anggapan polisi dianggap sudah kuat. Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir tetap kukuh pada pendiriannya, soal penyebab MS minum racun karena depresi akibat tugas sekolahnya selama ini.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...