Diduga Bunuh Diri Akibat Tugas PJJ, Begini Tanggapan Kemendikbud

Senin, 19 Oktober 2020 15:52

Ilustrasi siswa mengerjakan tugas selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Diduga akibat tugas menumpuk selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), siswi asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, meninggal bunuh diri. Terkait hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya angkat bicara.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri mengungkapkan turut berduka cita atas meninggalnya korban berinisial MI berumur 16 tahun itu. Tapi sebenarnya, kejadian serupa tak hanya terjadi saat PJJ.

“Ekses (peristiwa) sebuah perubahan (akibat Covid-19) selalu ada, di masa normal sebenarnya kejadian sejenis juga ada. Indonesia negeri luas dengan banyak disparitas,” ungkap dia kepada wartawan, Senin (19/10).Sedangkan, terkait dugaan penyebab korban bunuh diri, Jumeri mengklaim, Kemendikbud sendiri sudah meminta agar beban tugas kepada murid harus dikurangi. Tapi, dia menduga bahwa penyederhanaan beban tugas para guru di sekolah tersebut tidak berjalan baik.

“Kita sudah bimbing guru untuk tidak bebani siswa dengan tugas berat (banyak), (guru harus) bisa memahami kondisi psikologis siswa,” terangnya.

“Implementasi kebijakan kita di lapangan memang sering tidak semulus yang kita bayangkan. Kami sudah sering berkordinasi dengan daerah untuk memastikan pelayanan berjalan baik,” sambungnya.

Sebelumnya, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, mengatakan bahwa ini perlu didalami terkait apakah ada motif lain, disamping permasalahan PJJ secara daring dan beratnya tugas-tugas kepada korban. Menurut dia, hal ini penting diungkap, karena jika terbukti motif bunuh diri karena masalah kendala PJJ, maka perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh dari PJJ.

Bagikan berita ini:
1
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar