Joan Mir Tak Peduli Gelar MotoGP, Quartararo Sebut Tekanannya Besar

Senin, 19 Oktober 2020 12:21

Joan Mir santai dalam perebutan gelar MotoGP/Crash

FAJAR.CO.ID, ARAGON—Pemimpin baru klasemen MotoGP 2020 Joan Mir tak mau terganggu dengan persaingan gelar juara musim ini. Ia menegaskan, pertama-tama dirinya akan berusaha mengamankan kemenangan balapan perdananya.

Pembalap Suzuki tersebut saat ini unggul enam dan 12 poin di atas rider Yamaha Petronas, Fabio Quartararo dan jagoan Yamaha Movistar, Maverick Vinales. Akan tetapi, dia belum sekali pun menjadi juara lomba.

Terbaru, dia finis ketiga di MotoGP Aragon, malam tadi. Itu menjadi podium kelimanya sepanjang musim ini. Dengan empat balapan tersisa, Mir berharap bisa meraih gelar juara. Sejauh ini, sudah ada delapan pemenang balapan berbeda.

Mir sempat punya harapan di Aragon. Hanya saja, ia kemudian mengalami masalah ban. Selain gagal mengejar Alex Rins yang akhirnya menjadi juara, ia juga disalip Alex Marquez di posisi kedua. Meski begitu, ia sudah sangat puas.

Pembalap Spanyol itu mengatakan bahwa meskipun dia senang dengan posisinya di puncak klasemen, dia tidak bisa membayangkan prospek memenangkan Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 tanpa terlebih dahulu mencetak kemenangan balapan.

“Saya mengikuti balapan demi balapan. Saya tidak terlalu peduli dengan kejuaraan. Yang saya cari adalah kemenangan, jadi saya tidak akan mengubah pendekatan balapan saya. Jika saya memiliki keunggulan poin yang cukup maka saya akan mulai berpikir tentang juara,” tegasnya di Crash.

Quartararo sementara itu menyebut balapan di Aragon sebagai hari bencana. Namun, ia menegaskan masih beruntung sebab pesaingnya juga tidak meraih hasil maksimal. “Hari ini adalah hari bencana tetapi bisa lebih buruk jika Mir menang, Maverick kedua, Dovi ketiga,” kata Quartararo.

Terkait perebutan gelar, pembalap Prancis itu menegaskan tekanan mental jauh lebih besar untuk para pesaingnya. “Tekanan tidak benar-benar pada saya. Saya memimpin kejuaraan tetapi tim ini baru lahir tahun lalu, ini tahun kedua saya, saya tidak berada di tim pabrikan. Pada akhirnya, tekanan ada pada pebalap pabrikan,” jelas Quartararo. (amr)

Bagikan berita ini:
2
3
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar