Kasus Munir Jangan Dihentikan

Sekretaris Jenderal KASUM Bivitri Susanti

JAKARTA – Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) berbelasungkawa atas meninggalnya mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Priyanto pada Sabtu (17/10).

Meski begitu, KASUM meminta agar penyelidikan kasus Munir tak berhenti begitu saja.

Sekretaris Jenderal KASUM Bivitri Susanti mengatakan, penyelidikan kasus Munir harus terus dilakukan meski Pollycarpus telah meninggal dunia.

Ia menilai pengungkapan kasus Munir masih bisa dilakukan oleh aparat penegak hukum berdasarkan berbagai bukti di persidangan.

“Penyelidikan kasus Munir perlu terus dilakukan mengingat dari berbagai bukti di persidangan dan beragam bukti lainnya pengungkapan kasus Munir tetap dapat dilakukan, walaupun Pollycarpus telah meninggal,” ujar Bivitri dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10).

Bivitri menyatakan, kejahatan terhadap Munir merupakan bentuk persekutuan jahat yang melibatkan beragam pihak. Sehingga, menurut dia, pihak-pihak selain Pollycarpus masih perlu diburu untuk diadili dan dihukum.

Ia memandang, hambatan pengungkapan kasus Munir bukan karena tidak ditemukannya bukti atau bahkan lantaran Pollycarpus selaku pelaku lapangan telah meninggal dunia.

Namun, menurutnya, hambatan terjadi karena tidak adanya kemauan pemerintah untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.

“Janji pemerintah yang berkomitmen menyelesaikan kasus Munir hanya menjadi janji indah yang enak didengar tetapi tidak pernah terealisasikan,” tegas Bivitri.

Oleh karena itu, Bivitri menyampaikan, KASUM tak hentinya mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan kasus pembunuhan Munir.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...